Sabtu, 06 September 2014

SAHABAT

Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disisimu dalam suka maupun duka. Seoarng sahabat tak akan pernah meninggalkan dirimu sampai kapanpun dan bagaimanapun keadaanmu. Tak ada mantan sahabat. kalau ada berkata bahwa ada mantan sahabat, berarti dia belum paham arti seorang sahabat.


Sahabatku 

Inilah salah satu sahabatku, awalnya aku tak dekat dengannya bahkan enggan. Dia adalah rekan kerjaku. Dia hanya bekerja selama 6 bulan, dan diakhir masa kerjanya aku merasa dia penting dalam hidupku. kita sering sharing, hangout bahkan bermalan bersama. Pada akhir masa kerjanya dia memberikan sesuatu yang manis kepadaku, sesuatu yang bagi kebanyan orang biasa namun bagiku LUAR BIASA.

Rahasia Hati yang hanya dapat diungkapkan di atas kertas


Rahasia hati tak dapat diungkapkan begitu saja, tanpa ada hal - hal yang mewajibkan untuk mengungkapkannya. Namun dengan teknologi yang ada saat ini, kita tak perlu mengungkapkan suatu hal dengan lisan, namun dapat dengan tertulis seperti halnya di berbagai media sosial.
Nah, salah satu media sosial blogger inilah yang gue manfaatin sebagai media buat nulis, ya cerpen gitu dech. Namun tulisan gue masih ala kadarnya, maklum masih amatir. Silahkan membaca...


LUBANG DARI PISAU KECIL

Dalam dunia Bisnis orang rela melakukan apapun. Tak pandang kawan maupun lawan, semua dianggap sebagai saingan yang dapat menyerang kita kapan saja.  Itulah dunia bisnis bagi kebanyakan orang. Tapi ada juga yang menganggap bisnis bukan hanya sekedar mencari uang atau keuntungan namun sebagai ajang mencari relasi atau teman.
Aku Dwi seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan. Awal mula aku masuk di Perusahaan tersebut, tak banyak teman yang kukenal hanya beberapa. Aku ditempatkan dibagian yang rata – rata ditempati oleh orang – orang yang sudah mempunyai title (D3/S1), hanya aku yang lulusan SMA. Tapi aku coba untuk tak memperdulikan hal tersebut dan mencoba untuk membaur dengan mereka, toh mereka tak mempermasalahkan hal tersebut. Namun hari demi hari kulalui di tempat ini, akhirnya aku bersama dengan tim yang lain, aku harus beradaptasi kembali. Akupun mencoba membaur kembali bersama mereka. Suatu hari aku berbincang – bincang dengan rekan dalam tim tsb.
“ka Rina lagi apa???” Tanya aku,
“lagi ngerjain tugas yang dikasih Bu Yani neeh” Jawab Ka Rina
“boleh aku liat gak ka??, sekalian aku belajar!!” pintaku.
“hmmm… boleh!!”jawab ka Rina. “wi tw gak klo ka Ana, Ka imel, Ka tyas dan Ka tio itu anak – anak lulusan D3, bahkan Ka Mira itu lulusan S1“. jelas ka rina.
“ough gitu ya ka!”jawabku.
Mendengar kata – kata yang keluar dari mulut ka Rina membuat hatiku perih, seolah teriris pisau kecil namun dapat membuat lubang yang sangat dalam. Walaupun aku sudah tahu hal itu, tapi kata – kata yang keluar dari mulut ka Rina membuatku menjadi orang yang rendah dihadapan mereka. Dan seolah – olah kata – kata itu dapat diartikan kalau aku tak pantas bersama mereka. Kata – kata itu tak pantas keluar dari sosok ka Rina seorang sarjana yang berparas cantik. Kemudian, hari-hari kulewati tanpa menghiraukan kata- kata itu. Kata – kata itu kujadikan  penyemangat dalam setiap langkah yang kuambil. Dan kubuktikan bahwa walaupun aku seorang anak yang hanya lulusan SMA dapat mengerjakan apa yang mereka kerjakan bahkan dapat lebih baik.